oncontextmenu='return false'

Halaman

Cara Membuat Foto Lukisan Dengan Photoshop !




Dengung kecanggihan software yang bernama Adobe Photoshop masih saja menggema di seluruh dunia. Digitalisasi telah menjamur secara multidimensi, tak terkecuali bidang seni lukis. Sebelum lahirnya Adobe Photoshop, kebanyakan orang masih beranggapan bahwa tidak mungkin dapat melukis atau membuat ilustrasi dengan komputer. Ternyata, anggapan itu lenyap seketika setelah muncul beberapa software yang mampu berperan sebagai kanvas digital.
Kita tahu, sampai saat ini sudah tak terhitung lagi berapa jumah software yang berkembang sebagai sarana pengolah gambar secara digital. Meski begitu, Adobe Photoshop masih memiliki ranking tertinggi sebagai satu-satunya software untuk keperluan wed design, photography, photo retouching, photo manipulating, graphic design, digital painting, dan masih banyak lagi keperluan lain yang mengandalkan program yang terkenal cerdas tersebut dan handal itu.

Jika Anda memiliki jiwa seni terutama seni lukis, saya anjurkan untuk belajar lebih mendalam menggunakan program seperti Adobe Photoshop. Atau Anda yang bergerak di bidang animasi, Adobe Photoshop mampu menghasilkan gambar sebagai latar belakang (background) animasi. Anda yang bergerak di bidang ilustrasi (Illustrator) juga bisa menggunakan Adobe Photoshop sebagai kanvas manual untuk menciptakan karya seni lukis Anda.
Proses pembuatannya sangat mudah dan efisien. Hanya dengan menggoreskan pensil di atas kertas putih, kemudian di-scan dan disimpan ke dalam komputer, maka selanjutnya dapat diproses dengan Adobe Photoshop secara canggih dan cepat. Anda juga bisa langsung menggambar dalam Photoshop.
Anda jangan memikirkan jumlah kanvas, jumlah kuas, jumlah warna, atau hal-hal lain karena Adobe Photoshop sudah menyiapkan semuanya. Studio lukis terlengkap hanya ada pada Adobe Photoshop. Untuk menggunakan fasilitas digital painting, Anda bisa menggunakan Adobe Photoshop versi sampai 7-10 atau untuk versi terbaru nanti.
Membuat Sketsa
  1. Melukis digital tidak serumit yang Anda bayangkan, justeru dengan adanya komputer pekerjaan kita akan semakin mudah dan efisien. Langkah awal yang harus Anda lakukan adalah membuat sketsa dasar pada kertas putih, lalu buatlah gambar sesuai yang ada dalam pikiran Anda. Selanjutnya di-scan dan disimpan ke dalam hardisk komputer Anda.
    Sketsa
  2. Setelah terbuka, Anda tinggal memberi warna pada gambar tersebut. Sebelum memberikan warna pada objek tersebut perlu diketahui bahwa gambar tersebut masih menggunakan mode Grayscale 8 bits/channel. Anda harus ubah menjadi RGB, caranya pilih Image > Mode > RGB Color.
  3. Klik ikon Set Foreground color untuk memilih warna. Setelah kotak dialog Color Picker muncul, masukkan kode #FBBA56 dalam kotak isian jika Anda mengikuti petunjuk dalam buku ini. Perlu Anda ketahui, bahwa mungkin saja warna yang Anda pilih tidak sama dengan yang diberikan oleh buku ini. Perbedaan tersebut ada beberapa aspek, salah satunya adalah kemampuan membaca monitor yang berbeda-beda dikarenakan resolusi yang rendah atau perbedaan merek monitor itu sendiri.

Mewarnai Objek 

  1. Buatlah layer baru dengan nama "Paruh"�, dengan cara mengklik ikon New Layer di bagian bawah palet Layers. Aktifkan tool Brush, lalu goreskan pada layer Paruh untuk memberikan warna pada paruh burung tersebut. Anda dapat mengkombinasikan ukuran brush sesuai keperluan.
  2. Agar gambar sketsa tidak tertutup oleh warna yang kita goreskan pada layer Paruh, ubahlah blending mode menjadi Multiple.
  3. Selanjutnya, membuat bulu di bagian kepala dan leher. Warna bulu kepala dan leher burung elang biasanya putih. Oleh karena warna dasar (background) juga berwarna putih, kita sulit melihat hasilnya. Untuk itu Anda harus memberikan warna lain untuk latar belakang. Aktifkan layer Background, klik ikon New Layer dan beri nama "Latar"�, kemudian beri warna yang gelap (saya menggunakan warna #0081C6).
  4. Kemudian klik ikon set Foreground and Background untuk memilih warna baru. Setelah kotak dialog Color Picker muncul, masukkan kode #221E1F pada kode warna. Aktifkan tool Brush, pilihlah jenis brush yang memiliki tipe hard. Lalu aturlah ukurannya sesuai keperluan. Sapukan pada bagian bawah leher hingga badan secara perlahan-lahan. Untuk memilih ukuran dan tipe brush secara cepat, klik tombol mouse kanan lalu pilihlah salah satu tipe brush dan seret slider di bagian atas untuk mengubah ukuran brush. Anda dapat mengkombinasikan tingkat kepeketan (opacity) maupun mencampur dengan warna yang lebih muda.
  5. Langkah selanjutnya membuat mata. Pertama kali, Anda harus menampilkan sketsa burung tersebut terutama bagian mata. Perkecil tingkat kepekatan (opacity) dengan cara menggeser slider ke kiri. Setelah sketsa muncul, Anda tinggal membuat mata dengan brush yang sudah dipilih. Sebaiknya Anda menggunakan ukuran brush yang berbeda sesuai dengan bagian yang lebih detail. Dan gunakan warna hitam yang lembut (tidak pekat) atau mengkombinasikan warna hitam dengan kepekatan yang berbeda. Ini sangat penting agar menghasilkan sebuah lukisan yang benar-benar nyata, mirip bentuk dan detail asli objek tersebut. Anda juga dapat membuat mata tanpa menggunakan tool Brush, yaitu dengan memanfaatkan tool Burn. Pada menu option di bagian atas, aturlah Range=Highlight. Kemudian atur juga ukuran brush untuk mengarsirnya. Gunakan brush yang lembut dan kurangi tingkat kepekatannya (opacity).

Membuat Detail Objek

  1. Warna yang telah Anda gunakan untuk bagian-bagian tertentu masih sebagai warna dasar, sehingga belum nampak sebuah lukisan yang bermutu. Tugas Anda berikutnya adalah mengarsir gambar tersebut agar nampak seperti aslinya. Dalam Adobe Photoshop, Anda tidak perlu menambahkan warna untuk membuat detail gambar namun cukup menggunakan tool Dodge dan tool Burn. Fungsi tool Dodge adalah untuk membuat bagian yang diarsir lebih terang dari warna sebelumnya, sedangkan tool Burn kebalikannya. Pertama kali, ubahlah blending mode seluruh layer menjadi Normal. Kemudian aktifkan layer Paruh. Aktifkan tool Dodge dan aturlah ukuran brush=75 px, Range=Shadow, Exposure=30%. Ketika membuat detail pada paruh mungkin Anda merasa kesulitan karena gambar sketsa yang berfungsi sebagai panduan tidak nampak. Untuk itu Anda perlu menampilkannya dengan cara mengurangi tingkat kepekatan (opacity) layer tersebut menjadi 90%. Mulailah mengarsir pada bagian yang ingin dibuat lebih terang. Gunakan pula tool Burn untuk membuat bagian yang diarsir lebih gelap. Ketika Anda menggunakan tool Burn, pada menu option ubahlah Range= Highlight, Exposure=10%. Semakin Anda mengarsir pada tempat yang sama maka warnanya semakin gelap. Begitu pula ketika Anda menggunakan tool Dodge, maka akan semakin terang bagian yang diarsir secara terus menerus.
  2. Agar hasilnya lebih maksimal, Anda dapat memanfaatkan filter Noise dan Gaussian Blur. Pertama kali, tekan tombol Ctrl pada keyboard sambil mengklik layer paruh secara bersama-sama untuk membuat seleksi. Kemudian pilih menu Filter > Noise Add Noise, masukkan angka 9% pada kotak Amount lalu pilih Uniform pada opsi Distribution. Selanjutnya, pilih menu Filter > Blur > Gaussian Blur, masukkan angka 2 pixels. Tentu saja Anda dapat mengganti nilai-nilai tersebut sesuai keperluan agar nampak lebih realistis.
  3. Langkah berikutnya adalah membuat detail mata elang. Sama seperti saat ketika membuat detail paruh, Anda juga dapat memanfaatkan tool Dodge dan tool Burn untuk membuat bagian-bagian yang lebih detail atau menggunakan tool Brush.
    Aktifkan layer Bulu, arsirlah bagian bola mata menggunakan tool Burn kemudian beri warna bola mata dengan warna #A99676 menggunakan tool Brush, dan jangan lupa membuat titik hitam pada bola mata menggunakan brush dengan tipe hard, lalu aturlah besarnya brush 42 pixels. Seleksi bola mata yang selain hitam menggunakan tool Magic Wand, klik pada area tersebut untuk membuat seleksi. Kemudian pilih menu Filter > Noise > Add Noise, masukkan angka 22% pada kotak Amount dan pilih Uniform untuk opsi Distribution. Pilih menu Filter > Blur > Gaussian Blur, masukkan angka 1.5 pixels pada kotak isian.
  4. Untuk mempertegas tampilan mata yang tajam, beri arsiran pada tepi mata tersebut. Aktifkan tool Burn, aturlah Exposure=10%, Range=Highlight, dan size=7 pixels atau sesuai kebutuhan. Anda dapat pula menggunakan brush tipe=Spatter 24 pixels agar hasilnya lebih maksimal.
  5. Langkah berikutnya membuat arsiran di bagian pelipis (antar mata dan paruh). Pertama kali, buatlah layer baru dengan nama Pelipis. Aktifkan tool Lasso dan buatlah seleksi membetuk bagian pelipis. Tujuan pembuatan seleksi ini adalah untuk melindungi layer lain agar tidak tertutup oleh warna yang nanti akan kita buat.
    Tentukan warna Foregound=#A19558 dan Background=#794C5E. Pilih menu Filter > Render > Clouds, lalu pilih menu Filter > Noise > Add Noise, masukkan angka 45% pada kotak Amount dan pilih Uniform untuk opsi Distribution. Selanjutnya pilih menu Filter > Blur > Gaussian Blur, masukkan angka 2 pixels.
Membuat Bulu 
  1. Dalam teknik pembuatan bulu jika belum terbiasa dan belum tahu rahasianya tentu akan merasa kesulitan. Tak perlu khawatir, di sini kita akan mencoba mempraktekkannya. Pertama kali aktifkan layer Bulu, tekan Ctrl sambil mengklik layer tersebut secara bersama-sama untuk membuat seleksi. Aktifkan tool Brush, lalu arsirlah menggunakan warna #F8FACB. Kurangi tingkat kepekatannya hingga 10%. Lakukan secara acak agar menghasilkan warna yang maksimal. Kita akan mencoba membuat bentuk bulu sederhana namun akan berdampak luar biasa. Aktfikan tool Brush dan pilih tipe Spatter 24 px, lalu aktifkan tool Smudge. Pada menu option, aturlah Mode=Normal, Strength=45%. Mulailah mengarsir pada tepi bulu tersebut secara acak. Untuk bagian bawah, arsirlah sambil membentuk sebuah bulu.
  2. Untuk mempertegas bentuk bulu, Anda perlu membuatnya secara acak dan warna yang tipis. Aktifkan tool brush, aturlah ukurannya hingga 10 pixels. Aturlah warnanya menggunakan #6B655D, kurangi kepekatannya hingga 10%.
    Perlu diketahui, warna yang saya lihat pada monitor tentu berbeda dengan warna yang dihasilkan oleh monitor Anda. Untuk itu, Anda bisa mencari warna lain jika kurang puas atau tidak setuju dengan yang diberikan buku ini.
    Dan ketika Anda mencetak pada printer, mungkin ada sedikit perbedaan karena kemampuan masing-masing komputer dalam menterjemahkan warna dari komputer berbeda-beda.
Di bawah ini terdapat beberapa contoh gambar yang dibuat menggunakan Adobe Photoshop. Teknik pembuatan gambar tersebut telah diterbitkan oleh Elexmedia Komputindo 2 tahun lalu berjudul: Special Project Melukis Digital dengan Adobe Photoshop.


Read more >>

Buku 3D

Baik dalam resensi, promosi, atau iklan, sebaiknya buku ditampilkan dalam format 3 dimensinya. Ini berlaku juga untuk e-book. Walaupun yang dijual sebetulnya adalah file berformat pdf, ketika menjualnya calon pembeli harus bisa menganggap buku itu sesuatu yang nyata bukan sekedar e-book. Di sini saya perlihatkan cara membuat gambar 3 dimensi sebuah buku hanya menggunakan Photoshop.
[In a review, promotion, or ad, a book should be shown in 3D format. This works for an ebook too, potential buyers should think of it as a real book not just a file. Tut here show how to do that with Photoshop.]
1. Bahan yang paling kita butuhkan adalah cover depan buku. Anda bisa menggunakan scanner atau memfotonya dengan kamera digital. Lakukan editing singkat dengan perintah Levels (ctrl+L) untuk memastikan cover terlihat jelas.
[We need the book front page for this project. You can take a picture of it using your camera digital.]
2. Satu lagi yang dibutuhkan adalah cover samping buku. Karena biasanya bagian ini tidak disertai dengan gambar, cuma tulisan, Anda bisa membuatnya sendiri jika mau.
[We also need its side cover. If it's just a simple text, you can create it yourself.]
3. Dan terakhir, saya ambil foto buku dalam posisi berdiri di atas meja. Tidak harus ada tapi akan cukup membantu untuk menentukan perspektif buku.
[And finally, I take a picture of the book standing on table. This will help give me the perspective of book as a 3D image.]
4. Mulai dengan membuat file baru. Seleksi seperempat bagian bawahnya.
[Start by creating new file. Select a quarter of its bottom.]
5. Isi dengan gradasi linear hitam ke putih.
[Fill it with linear gradation from white to black.]
6. Di bagian atasnya beri sapuan warna hitam dengan brush.
[On top of it paint soft black.]
7. Hilangkan seleksi untuk memperoleh hasil seperti di bawah. Ini akan menjadi lantai alas buku.
[Remove selection to have this look. This will be our background.]
8. Sekarang ambil cover depan dan pindahkan ke sini. Tekan ctrl+T lalu perkecil ukurannya.
[Move front cover here. Transform its size untill fit.]
9. Perkecil panjangnya hingga tiga perempat aslinya.
[Make its length 3/4 its original length.]
10. Sambil menahan ctrl dan shift geser pojok kanan atas dan bawah hingga diperoleh perspektif buku seperti ini. Kita menggunakan perspektif seperti dalam foto di langkah nomor tiga di atas.
[While holding ctrl and shift drag upper and lower right corner until the book has this perspective.]
11. Lakukan hal yang sama untuk cover sampingnya. Pindahkan, transformasi (ctrl+T), perkecil ukurannya.
[Do the same for its side cover. Move it, transform (ctrl+T) to make it smaller.]
12. Seperti tadi, tahan ctrl dan shift lalu geser pojok kiri atas dan bawah hingga diperoleh perspektif sesuai dengan covernya.
[Again, while holding ctrl and shift move its upper and lower left to get this perspective.]
13. Buat layer baru di bawah kedua cover. Menggunakan lasso poligon buat seleksi untuk bayangan di belakang buku.
[Create new layer under both cover. With lasso poligon tool create selection for shadow behind the book.]
14. Isi dengan hitam.
[Fill it with black.]
15. Hilangkan seleksi.
[Remove selection.]
16. Beri gaussian blur hingga sisinya terlihat lembut.
[Add gaussian blur to soften it.]
17. Turunkan opacity layer hingga bayangan buku terlihat nyata.
[Decrease layers opacity until the shadow looks realistic.]
18. Agar terlihat lebih nyata lagi, buat layer baru lalu dengan brush lukis warna hitam di bagian bawah buku.
[For more realistic look, create new layer and paint a soft black line underneath the book.]
19. Sedikit warna hitam tadi akan membuat buku terlihat benar-benar berdiri di atas lantai.
[That black line will make book really seems on the floor.]
20. Berikutnya membuat refleksi buku di lantai. Kita perlu mengandakan cover depan dan cover samping buku.
[Next is creating reflection on floor. We need to double the front and side cover.]
21. Kita mulai dengan cover depan terlebih dahulu. Tekan ctrl+T lalu klik kanan dan pilih Flip Vertical.
[We'll begin creating front cover reflection. Hit  ctrl+T, right click, chooose Flip Vertical.]
22. Geser posisinya hingga salah ujung refleksi menempel dengan cover.
[Drag it until one of its corner stick to the cover.]
23. Klik kanan dan pilih Perspective. Geser sisi satu lagi hingga ujungnya menempel dengan cover aslinya.
[Right click and choose Perspective. Move the other sisi until its corner stick with the real cover.]
24. Tambahkan layer mask. Buat gradasi linear hitam ke putih hingga refleksi makin jauh makin hilang. Arah gradasi harus disesuaikan dengan perspektif tampilan buku.
[Add layer mask. Create black to white gradient to make the reflection slowly fade away.]
25. Refleksi masih terlihat terlalu jelas. Kita bisa menguranginya dengan menurunkan opacity layer.
[The reflection is just too obvious. Reduce its opacity to make it more subtle.]
26. Lakukan hal yang sama dengan cover samping. Tekan ctrl+T, klik kanan dan pilih Flip Vertical. Atur posisinya hingga berada di bawah buku.
[Do the same with side cover. Transform it, right click, and coose Flip Vertical.]
27. Sekali lagi klik kanan, pilih Perspective dan geser sisinya hingga bersambung dengan bagian lainnya.
[Right click, choose Perspective and move it until join the side cover.]
28. Tambah layer mask. Kali ini Anda cukup membuat gradasi linear hitam ke putih secara mendatar.
[Add layer mask. Now a straight down black to white gradient is enough.]
29. Turunkan opacity layer dan samakan dengan refleksi cover depan agar hasilnya sama.
[Reduce layers opacity.]
30. Dan seperti inilah hasilnya.
[Here's mine.]
31. Secara keseluruhan seperti ini.
[Here's the end result.]
Read more >>

Trikpod 3-The Invisible 5 Februari 2009




clip_image002[1]
Yang terakhir dari trik dengan tripod, The Invisible. Perlu saya ingatkan, tutorial ini tidak cocok untuk para penggemar situs porno. Konsep gambar ini adalah sebaliknya dari menelanjangi seseorang. Kita akan membuang orangnya dan menyisakan pakaiannya.
[Last of the trikpod series, The Invisible. I need to remind every porn lover out there, this picture is the opposite of porn. We'll remove the body and keep their clothes.]
1. Simpan tripod di posisi yang aman, tidak akan goyang atau bergeser. Lalu foto model yang akan kita hilangkan badannya.
[Save your tripod in a firm and steady location. Dont move it. Dont ever change its position. Take the picture with someone wearing clothes.]
clip_image004[1]
2. Untuk foto berikutnya singgirkan model sehingga hanya tersisa latar foto.
[In next photo, get rid of him (or her). Keep the scene same as first photo.]
clip_image006[1]
3. Pindahkan foto pertama ke atas foto kedua.
Move first pictures to second pic.
clip_image008[1]
4. Beri layer mask.
[Add layer mask.]
clip_image010[1]
5. Aktifkan tool brush dengan hardness tinggi (70-80%) lalu lukis warna hitam hingga kepalanya menghilang.
[Using hard brush paint black on his (or her) head to remove it.]
clip_image012[1]
6. Langkah ini akan membuat gambar latar dari Background muncul.
[The Background is shown trough and make the head seems gone.]
clip_image014[1]
7. Langkah selanjutnya adalah memasukkan bagian belakang kaos.Karena modelnya saya sendiri, saya tinggal buka baju lalu memotret bagian belakang kaos. Kalau model Anda orang lain (apalagi wanita) berarti harus ada langkah ekstra yang tentu saja bukan bagian dari teknik fotografi atau teknik Photoshop.
[Next, we need the back of his clothes. Tell your model to open his clothes. (If your model is a woman tell her to get nude). Take a photo of it.]
clip_image016[1]
8. Seleksi bagian belakang kaos lalu pindahkan ke gambar tadi. Lakukan proses transformasi (ctrl+T) agar bagian ini muat dengan ukuran lubang kaos yang ada.
[Select it and move it to our first photo. Do a transformation (ctrl+T) adjust it size and angle so it match the hole.]
clip_image018[1]
9. Beri layer mask.
[Add layer mask.]
clip_image020[1]
10. Aktifkan tool brush lalu sembunyikan bagian-bagian yang tidak diperlukan.
[Paint using brush to hide unnecessary part.]
clip_image022[1]
11. Langkah di atas mungkin tidak akan cukup untuk membentuk kerah kaos secara sempurna. Anda bisa memperbaikinya dengan proses kloning. Ambil daerah kaos yang sesuai lalu copy dan paste di tempat yang pas. Untuk detail-detail kecil Anda bisa menggunakan tool clone. Saya tidak akan secara detail membahas teknik kloning ini, karena kemungkinan besar masalahnya akan berbeda untuk setiap source gambar. Tapi kurang lebih konsepnya seperti itu.
[you may need to clone from other area. I wont give more explanation on this because the situations might diferent with different photo. But I hope you get the idea.]
clip_image024[1]
Read more >>

Yok Ikutan DI Blog Saya

Followers

IP free web site traffic and promotion

Tukar Link

Silakan Copy Link Ke blog anda

Visitors

Free counters! free web site traffic and promotion Auto Backlink Gratis Indonesia : Top Link Indo
,

Blog Archive


Link Teman